Advertising Policies: Prohibited Content (Konten yang Dilarang)

Prohibited Content (Konten yang Dilarang) terdiri dari 28 policies yaitu:

1. Community Standards (Pedoman Dasar)

Iklan tidak boleh melanggar Facebook Community Standards dan iklan Instagram tidak boleh melanggar Instagram Community Guidelines.

2. Illegal Products or Services (Produk atau Layanan Ilegal)

Iklan tidak boleh merupakan, memfasilitasi, atau mempromosikan produk, layanan, atau aktivitas ilegal. Iklan yang menargetkan anak di bawah umur tidak boleh mempromosikan produk, layanan, atau konten yang tidak pantas, ilegal, atau tidak aman, atau mengeksploitasi, menyesatkan, atau memberi tekanan yang tidak semestinya pada kelompok usia yang ditargetkan.

3. Discriminatory Practices (Praktik Diskriminatif)

Iklan tidak boleh membedakan atau mendorong diskriminasi terhadap orang berdasarkan atribut pribadi seperti ras, etnisitas, warna kulit, asal negara, agama, usia, jenis kelamin, orientasi seksual, identitas gender, status keluarga, kecacatan, kondisi medis atau genetik.

4. Tobacco Products (Produk tembakau)

Iklan tidak boleh mempromosikan penjualan atau penggunaan produk tembakau dan perlengkapan terkait lainnya. Contohnya: rokok, cerutu, tembakau kunyah, pipa tembakau, hookahs, hookah lounges, kertas linting, rokok elektronik, dan sejenisnya. Contoh iklan yang diizinkan adalah iklan kampanye anti-rokok.

5. Drugs & Drug-Related Products (Obat-obatan)

Iklan tidak boleh mempromosikan penjualan atau penggunaan obat ilegal, resep, atau recreational drugs. Contoh iklan yang diizinkan adalah iklan mengenai program rehabilitasi terhadap pengguna atau pecandu.

6. Unsafe Supplements (Suplemen yang tidak aman)

Iklan tidak boleh mempromosikan penjualan atau penggunaan suplemen yang tidak aman.

7. Weapons, Ammunition, or Explosives (Senjata, Amunisi, atau Bahan Peledak)

Iklan tidak boleh mempromosikan penjualan atau penggunaan senjata, amunisi, atau bahan peledak.

8. Adult Products or Services (Produk atau Layanan Dewasa)

Iklan tidak boleh mempromosikan penjualan atau penggunaan produk atau layanan orang dewasa, kecuali iklan untuk keluarga berencana dan kontrasepsi. Iklan untuk kontrasepsi harus berfokus pada fitur kontrasepsi produk, dan bukan pada kenikmatan seksual atau peningkatan seksual, dan harus ditargetkan ke orang berusia 18 tahun atau lebih.

Contoh yang diizinkan:
  • "Kondom gratis di pusat kesehatan siswa" atau "Seks akan aman dengan merek kondom kami". Teks iklan tersebut diizinkan, asalkan ditargetkan pada orang berusia 18 tahun ke atas.
Contoh yang dilarang:
  • Kondom ini dapat meningkatkan kenikmatan seks anda
  • Gunakan gel kami untuk memperbaiki kehidupan seks anda
  • Beli mainan seks kami untuk kepuasan seks anda

9. Adult Content (Konten dewasa)

Iklan tidak boleh berisi konten khusus dewasa. Contohnya: gambar atau video telanjang, foto dengan pose yang tidak senonoh, atau aktivitas yang terlalu provokatif secara seksual.


Comments